Kamis, 17 April 2014

Contoh Sinopsis Film

SINOPSIS
Indahnya Sebuah Perbedaan
Cerita/Skenario
Dwi Priyo Hariyanto

Kepindahan Agustinus di desa sumbersari rupanya memicu persoalan dengan sebagian warga yang tinggal disitu. Agustinus yang memeluk agama Kristen rupanya tidak disukai oleh mang Jaja yang dikenal penganut Islam garis keras dan punya komunitas, apalagi desa sumbersari selama ini dikenal sebagai desa yang penduduknya beragama Islam. Mang Jaja sontak memusuhi Agustinus dan keluarganya, ia bahkan berniat mengusir Agustinus dari kampung tsb namun niat mang Jaja selalu dihalang-halangi oleh Abah Sueb yang dikenal sebagai sesepuh desa dan seorang ulama. Abah Sueb berulangkali menginatkan mang Jaja soal toleransi antar umat beragama, namun mang Jaja dengan kelompoknya punya penafsiran lain. Masalah itu yang tidak pernah mencapai titik temu.

Agustinus sendiri bukannya tidak tahu sikap permusuhan yang diperlihatkan mang jaja dan kelompoknya, namun Agustinus selalu berpikir positif pada mang Jaja. Agustinus juga berusaha membaur dengan warga lainnya tanpa memandang perbedaan agama, tidak jarang Agustinus ikut membantu kerja bakti membetulkan mushola kecil milik abah Sueb.

Ketika Agustinus kedatangan tamu-tamunya sesama pemeluk agama Nasrani dan merayakan Natal dirumahnya dengan mengadakan kebaktian kecil, tiba-tiba rumah Agustinus di demo oleh mang Jaja dan kelompoknya. Mang Jaja dan kelompok berteriak-teriak mengusir Agustinus dan tamu-tamunya. Nyaris kejadian itu berubah dari aksi anarkis, beruntung warga desa lainnya dan abah Sueb datang menengahi dan berusaha melindungi Agustinus dan tamu-tamunya. Melihat jumlah warga desa yang melindungi Agustinus lebih banyak dari anggota kelompoknya, mang Jaja jadi berpikir kalo tindakannya selama ini rupanya tidak disukai oleh warga desa dan terbukti warga desa justru berusaha melindungi Agustinus.

Setelah melalui pertemuan di balai desa dengan di hadiri oleh aparat desa dan petugas penyuluh dari Dirjen HAM, mang Jaja akhirnya baru menyadari arti pentingnya sebuah toleransi antar umat beragama karena hal itulah hakiki semua ajaran agama.


Perbedaan itu adalah sebuah Keindahan, dan mang Jaja rupanya baru bisa melihat keindahan itu. ****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar