Minggu, 18 Mei 2014

Pengumunan 10 Finalis Grand Final USFC 2014

Congratulation......
Dari sekian banyak film yang masuk di panitia ini lah 10 film terbaik  yang 
akan menjadi finalis Grand Final USFC 2014. cekidot ^ ^

1. Kearifan Lokal Karya ( SMK PGRI 3 Malang )


2. Bayangan Jiwa Karya ( SMKN 2 Buduran )

3. Bintang di Bukit Karya ( SMA N 1 Krembung )

4. TOL (Tetek Ora Luput) ( MAN Bangil )

5. Seutas Benang Kehidupan ( MAN Bangil )

6. Kanvas Alam ( SMK Muhammadiyah 2 Taman )

7. Senja di Rumah Batik ( SMK PGRI 2 Sidoarjo )

8. Perjalanan Hidup Wahyu Cassava ( SMK Ar-Roudhoh Beji )

9. Decode ( SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo )

10. Butet ( SMKN 2 Buduran )

Selamat atas terpilihnya 10 film finalis terbaik. demi mensukseskannya acara Grand Final USFC 2014 Dimohon kehadiran peserta (bisa perwakilan) pada:

Hari   :  Selasa, 20 Mei 2014
 
                                                          Pukul :  18.00 WIB

Tempat Fakultas FISIP Gedung B Lt. 2 Kampus 1 UMSIDA
Acara Technical Meeting Grand Final USFC
Info: Mirzak 0856 4619 5483

Kamis, 17 April 2014

Contoh Penulisan Skenario Lengkap dengan Sceneplot

Film penyuluhan ditjen ham
SISTEM PERADILAN PIDANA TERPADU
Indahnya Sebuah Perbedaan
Cerita/Skenario
Dwi Priyo Hariyanto
-----------------------------------------------------------
1.    EXT/int. RUMAH agustinus - senja
Suasana pedesaan.
RePORTER TEVE (O.S.)
...aksi anarkis kembali dilakukan oleh sekelompok ormas Islam dengan membubarkan kegiataan keagamaan disebuah daerah...
INTERCUT
Agustinus terlihat sedang melihat berita di televisi yang menayangkan aksi anarkis kasus sara disalah satu daerah di wilayah Indonesia dirumahnya.
Sekelompok ormas islam nampak berteriak-teriak disebuah rumah yang dijadikan tempat peribadatan orang nasrani, bahkan aksi lempar batu dilakukan hingga kaca rumah pada pecah.
Meliana, istri Agustinus sedang membuatkan kopi buat suaminya dimeja makan.
REPORTER TEVE (CONT'D)
Warga setempat rupanya tidak bisa menerima aksi tsb, karena terbukti aksi tsb telah merugikan mereka...
Warga sekitar rupanya tidak terima, mereka berusaha membubarkan aksi tsb hingga terjadi perkelahian.
Agustinus yang dari tadi diam sontak berkomentar sembari menggeleng.
AGUSTINUS
Ini yang bikin Indonesia nggak bisa maju!
Meliana menimpali sembari mengidangkan kopi dimeja.
MELIANA
Sudah tahu berita nggak mutu begitu dilihat juga...
INTERCUT
2.    EXT. jalanan pedesaan - senja
Sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi disalah satu ruas jalan pedesaan. Pengendara motor dengan rekannya yang dibonceng nampak mengenakan cadar.
AGUSTINUS (O.S.)
Nggak mutu gimana? Justru kasus-kasus begini ini yang perlu diperhatikan pemerintah, Mel!
INTERCUT
3.    INT. rUMAH AGUSTINUS - senja
Sambil menonton teve, Agustinus masih berbicara dengan argumentasinya.
AGUSTINUS
Reformasi sudah bergulir satu dekade, tapi kenapa tindakan konyol kayak begitu masih terjadi?
MELIANA
Jangan dikira reformasi bisa mengubah segalanya mas !
Ini soal pemahaman! Kalo sekelompok orang sudah tidak bisa memahami agama atau keyakinan secara benar, ya begitu itu akibatnya...!
Tiba-tiba terdengar bunyi kaca pecah.
PYAAAAAR!
Agustinus sama Meliana tersentak kaget dibuatnya.
INTERCUT
4.    EXT. ruMAH AGUSTINUS - senja
Dua orang pengendara motor dengan memakai jubah putih dan memakai cadar sontak meninggalkan depan rumah Agustinus setelah melempar baru ke arah kaca depan.
Agustinus sama Meliana keluar rumah dan mendapati kaca depan rumahnya pecah oleh timpukan batu. Mereka berdua hanya bisa melihat kepergian pelaku dengan motornya.
Smash judul Film,
Indahnya Sebuah Perbedaan
Credit Title diikuti cuplikan adegan tertentu dari para pemainnya.
CUT TO:
5.    EXT. surau abah sueb - senja
Esthablis surau Abah Sueb...
ABAH SUEB (O.S.)
Kita emang harus prihatin terjadinya kasus-kasus yang mengarah anarkis, main hakim sendiri yang belakangan ini sering terjadi... apalagi pake simbol-simbol agama segala...
CUT TO:
Abah Sueb nampak berbicara dengan beberapa warga sambil duduk di serambi surau.
ABAH SUEB (CONT'D)
Tapi menurut abah, abah lebih prihatin lagi sama pelakunya...
Kang ujang
Maksud abah teh kunaon?
ABAH SUEB
Kalo mereka menyebut diri mereka orang beragama, masak tindakannya seperti itu? Bukankah agama mengajarkan kebaikan, bukan permusuhan nyak?
Kang Ucup yang ada disitu jadi membenarkan penyataan abah Sueb.
Kang ucup
Bener juga bah...tidak seharusnya teh orang beragama itu melakukan tindakan seperti itu... sama wae tindakannya sama orang bar-bar atuh...
KANG UJANG
Orang bar-bar saha kang?
KANG UCUP
Itu...orang yang tidak mengenal perikemanusiaan...
KANG UJANG
Ooo...
Abah Sueb tersenyum geli menanggapi obrolan mereka berdua.
Tiba-tiba terdengar suara memanggil abah Sueb.
Kang asep (O.S.)
(teriak)
Abaah...! Abaaah!
Abah Sueb, kang Ujang sama Ucup sontak menoleh kearah pintu masuk surau. Kang Asep terlihat berlari kearahnya dengan nafas terengah-engah.
KANG UCUP
Aya naon atuh Sep?
Kang UJANG
Naon nu kajadian?
KANG ASEP
(gelagapan)
Rumah warga baru itu kang?
Pak Agustinus...
ABAH SUEB
Aya naon sama Pak Agustinus Sep?
KANG ASEP
Rumahnya disatroni orang-orang yang tidak bertanggung jawab abah...
Rumahnya dilempari batu!
ABAH SUEB
Masya Allah!...
KANG ASEP
Kebetulan teh Pak Agustinus sama istrinya sempat melihat pelakunya kabur... katanya mereka pakai jubah putih sama pake cadar...
Abah Sueb sama kang Ucup dan kang Ujang sontak saling pandang. kang ucup sama ujang jadi emosional.
KANG UCUP
Pasti pelakunya kelompoknya mang Jaja! Dari semula teh, mereka nggak suka ada pemeluk agama lain tinggal dikampung sini...
ABAH SUEB
Nggak baik menuduh orang tanpa bukti, Cup! Sama halnya fitnah atuh...
KANG UJANG
Bukannya fitnah atuh abah, tapi dari dulu kerjaanya mang Jaja sama kelompoknya emang begitu...suka memusuhi orang yang tidak sealiran dengan mereka...!
KANG ucup
Benar kang Ujang...
Bukanya anggotanya teh diajari ngaji yang bener, tapi malah diajarin musuhin orang, kumaha atuh mang Jaja?

Abah Sueb kembali berusaha mendinginkan suasana terlebih begitu terdengar suara adzan mahgrib.

ABAH SUEB
Sudah...sudah nanti kita bicarakan lagi, ayo maghriban dulu..
Sudah adzan tuh...
Ujang, Ucup dan kang Asep mengiyakan.
DISSOLVE TO:
6.    Int/EXT. ruMAH AGUSTINUS - malam
Dengan wajah dihantui kecemasan Meliana memasukkan pakaian kedalam travel bag. Meliana rupanya bersikeras hendak pulang kerumah orang tuanya sementara Agustinus berusaha mencegahnya.
MELIANA
(cemas, kesal)
Dari semula aku tidak setuju kita pindah dikampung sini, tapi mas tetep maksa juga...akhirnya jadi kenyataan kan?
AGUSTINUS
Sabar Mel, tenang...!!
MELIANA
(emosional)
Gimana bisa tenang nanggepi teror kayak begitu mas? gimana kalo besok atau lusa kita diteror lagi?
Bisa-bisa bayi dalam kandungan ini jadi korbannya kalo aku keseringan stres gara-gara teror macam itu!
Pokoknya malam ini juga aku mau pulang kerumah ibu!
Agustinus memilih diam menanggapi sikap istrinya yg nampak emosional sambil memasukkan pakaian kedalam tas.
Tiba-tiba terdengar suara salam dari arah luar.
Warga desa (O.S.)
Punten...!!
Agustinus seketika bergerak keluar kamar begitu mendengar suara salam tsb.
AGUSTINUS
Iya...iya..sebentar...
Begitu Agustinus keluar kamar Meliana sempat melampiaskan kekesalannya dengan memekik.
MELIANA
Argh...!!
CUT TO:
Pintu rumah dibuka dari dalam rumah, Agustinus nampak keluar dan menyambut kedatangan kang Ujang, kang Ucup, Ce' Oda dan Ce' Euis...dengan mengumbar senyuman.
AGUSTINUS
Mangga...mangga...kang, Ce'...
KaNG UCUP
Maaf pak Agustinus...kedatangan saya sama beberapa warga sini teh pengen ngasih dukungan buat pak Agustinus...
KANG UJANG
Iya pak Agustinus...pokoknya pak Agustinus jangan takut sama peneror itu...saya teh juga sebel sama ulah mereka...
Ce' Oda sama Ce' Euis juga memberikan support serupa.
AGUSTINUS
Terima kasih kang atas perhatiannya... masalahnya, istri saya...
Ce' oda
Aya naon sama teh Meli, Pak Agustinus?
AGUSTINUS
Istri saya sepertinya ketakutan gara-gara kejadian sore tadi...
Dia malah berencana malam ini mau pulang kerumah orang tuanya...
Penjrlasan Agustinus mengejutkan kang Ujang, Ucup juga Ce' Oda dan Ce' Euis.
INTERCUT
7.    EXT. mushola mang jaja - malam
Mang Jaja rupanya menanggapi dengan emosional kedatangan Abah Sueb dengan kang Asep. di musholanya...
MANG JAJA
(kesal)
Jadi abah teh nuduh saya yang mendalangi teror dirumahnya si kafir itu?
ABAH SUEB
Astaqfirullahalazim...tidak baik menyebut Pak Agustinus seperti itu mang...lagian saya tidak menuduh mang Jaja.
Sementara kang Asep menanggapi dengan gelengan.
MANG JAJA
(ketus, kesal)
Abah, orang yang tidak seiman dan seagama dengan kita, emang pantas disebut begitu...!!
Abah Sueb menanggapi sikap mang Jaja dengan helaan nafas berat.
ABAH SUEB
Mang Jaja, tidak semua umat manusia yang dilahirkan dibumi ini teh... harus mengikuti agama yang kita anut... karena mereka punya keyakinan sendiri, itu yang harus kita hormati mang!
MANG JAJA
(ketus)
Abah tidak usah ngajari saya mana yang benar dan mana yang salah!
Yang jelas, saya teh tidak terima kalo dituduh sebagai orang yang mendalangi aksi teror itu biarpun saya tidak suka orang kafir itu tinggal dikampung sini!
Abah Sueb sama kang Asep kembali menanggapi dengan gelengan sembari saling pandang.
CUT TO BACK
8.    INT/ext. RuMAH AGUSTINUS - malam
Ce' Oda dan Ce' Euis berusaha membujuk dan menenangkan Meliana agar tidak pergi dari kampung situ. Meliana sendiri nampak bimbang.
CE' ODA
Percaya omongan saya teh... saya sama ibu-ibu dikampung sini akan berusaha melindungi teh Meli...
Pokoknya kalo ada orang yang meneror teh Meli sama Pak Agustinus lagi, saya sama warga kampung sini tidak akan tinggal diam...
Ce' euis
Iya teh, tadi saya sempat bicarakan masalah ini dengan ibu-ibu anggota jama'ah pengajian lainnya... mereka juga tidak suka dengan aksi teror dirumah teteh...
Kebimbangan masih menjejali benak Meliana, namun kemudian Meliana memandangi Ce' Oda dan Ce' Euis satu persatu kemudian memeluk mereka.
MELIANA
Terima kasih ya Ce... saya tidak menyangka, warga desa sini rupanya mau menerima keluarga saya...
Setitik air mata meleleh dipelupuk mata Meliana.
CUT TO:
9.    EXT. free - malam
Esthablis suasana kota...

Mang JAJA (O.S.)
Akang minta, sementara kalian jangan beraksi lagi...
CUT TO:
Somad dan Hasan, dua orang anggota mang Jaja berbicara via hapenya sambil berdiri dipinggir jalan.
Somad
Akang teh kumaha? Kalo cuma sekali mah, orang kafir itu nggak bakalan takut kang... apalagi warga desa pada ngedukung orang kafir itu...
MANG JAJA (O.S.)
Kita lihat situasinya dulu atuh Somad ! Jangan sampai warga desa balik memusuhi kita...
Pokoknya akang minta tahan dulu, ngarti!
SOMAD
Iya kang...!!
Somad menanggapi dengan kesal.
Note: sosok mang Jaja jangan diperlihatkan.
DISSOLVE TO:
10.               Montage
A. INT/EXT. MUSHOLA ABAH SUEB - SORE
Abah Sueb sedang berceramah dengan jamaahnya, Abah Sueb terlihat menyampaikan dahwahnya dengan santun dan bijak.
Note: materi dakwah soal toleransi umat beragama.
CUT TO:
B. INT. RUMAH AGUSTINUS - SIANG
Agustinus dengan istrinya sedang berdoa sesuai dengan ajaran Nasrani saat hendak menyantap hidangan makan siang.
CUT TO:
C. INT. MUSHOLA MANG JAJA - MALAM
Mang Jaja nampak dengan emosional dan ber-api-api menyampaikan dahwahnya didepan jamaahnya.
Note: materi dakwah lebih ekstrem, memusuhi orang kafir (pemeluk agama selain Islam).
CUT TO:
D. EXT. EMPANG/LADANG - SIANG
Agustinus sedang bekerja di empang miliknya dengan dibantu oleh beberapa pekerjanya (bisa diganti dengan budidaya tanaman atau lainnya). Sikap Agustinus nampak santun dimata anak buahnya.
DISSOLVE TO:
11.               EXT. jalaNAN PEDESAAN - pagi
Warga desa sedang melakukan kerja bakti membersihkan selokan jalan dan parit dari ilalang. Diantara mereka terlihat abah sueb, kang ucup, ujang, asep, Agustinus bahkan mang Jaja juga terlihat diantara mereka.
Keberadaan Agustinus justru tidak disukai oleh mang Jaja,  Agustinus rupanya tidak menyadari hal itu, ia menyapa mang Jaja seperti menyapa lainnya.
AGUSTINUS
(tersenyum)
Apa kabar mang Jaja...
Mang Jaja bukannya membalas sapaan tsb namun justru menanggapi nyinyir seraya bergerak pergi. Kang Asep buru-buru menengahi.
KANG ASEP
Sabar Pak Agustinus, jangan dimasukin dihati...
AGUSTINUS
Iya kang, saya bisa mengerti...
Kang Asep lantas kembali mengajak melanjutkan aktivitasnya.
INTERCUT
12.               INT. rUMAH AGUSTINUS. Ruang tengah - pagi
Ce' Oda, Ce' Euis, sama ibu-ibu lainnya nampak sibuk membuat makanan dan minuman dirumah Meliana.
CUT TO BACK
13.               EXT. jALANAN PEDESAAN - pagi/siang
Warga desa masih melakukan kerja bhakti ketika Meliana dan ibu-ibu lainnya datang dengan membawakan makanan dan minuman.
MELIANA
Istirahat dulu bapak-bapak...
Ini kue bikinan ibu-ibu...
WarGA DESA
Alhamdulilah...akhirnya makananya datang juga...sudah lapar euy...
Warga menyambut dengan tawa lepas, mereka lantas cuci tangan dari air dalam timba yang dibawa Ce' Oda. setelah itu mereka mengambil makanan/kue dari baskom yang dibawa Meliana, sedang Ce' Euis yang membawakan teko minuman...
INSERT
Mang Jaja rupanya terusik dengan sosok Meliana yang sedang membagikan makanan, ia memperhatikan Meliana dengan sorot kebencian.
WaRGA DESA 2
Mang Jaja, ayo istirahat dulu...
Buruan disantap atuh makanannya...
MANG JAJA
Saya tidak ikut makan kang, makanan itu haram!
WARGA DESA 2
Haram naon mang Jaja?
Dengan emosional Mang Jaja sontak mempermasalahkan soal makanan yang dibawa Meliana.

MANG JAJA
Sudah jelas makanan itu yang bikin orang kafir, gimana saya percaya kalo makanan itu halal?
Meliana sama Agustinus tersentak kaget menanggapi sikap mang Jaja. Ce' Oda sa,a Ce' Euis sontak membela Meliana.
CE' ODA
(kesal)
Mang Jaja jangan asal ngomong ya... saya sama Ce' Euis juga orang muslim mang... biarpun makanan ini bikinnya dirumah teh Meli... tapi saya tahu mana yang halal dan tidak mang, karena kita bikinnya gotong-royong sama ibu-ibu lainnya...
MANG JAJA
(ketus)
Itu bukan jaminan atuh Ce', apapun makanannya kalo yang bikin orang kafir, tetep aja haram!
Meliana sama Agustinus kembali dibuat tersentak oleh sikap mang Jaja, Euis rupanya tidak terima...ia sontak bergerak kearah mang jaja dan mendampratnya.
CE' EUIS
(kesal)
Jangan anggap diri Mang Jaja tuh orang suci, sok paling bener sendiri! Tunjukin kalo sikap mang Jaja tuh emang bener dimata orang muslim?! Tunjukiiiiin!
Mang Jaja seketika bergerak pergi meninggal tempat tsb, Ce' Euis kembali ngedumel.
CE' EUIS (CONT'D)
Sembarangan wae nuduh orang tanpa bukti!
Sementara Ce' Oda berusaha menenangkan Meliana, warga lainnya menanggapi dengan gelengan oleh sikap mang Jaja.
Kebimbangan menjejali benak Meliana dan Agustinus.
CUT TO:
14.               EXT. serambi mushola abah sueb - sore
Abah Sueb dengan Agustinus nampak berbincang diserambi mushola dengan ditemani oleh kang Asep.
AGUSTINUS
Kalo kehadiran saya didesa sini hanya menjadi pemicu permusuhan antara warga dengan mang Jaja, saya sama istri saya berniat pindah ketempat lain abah...
ABAH SUEB
Pak Agustinus jangan berpikir seperti itu...
Justru seharusnya teh, mang jaja itu yang harus belajar banyak sama Pak Agustinus, bukan begitu kang Asep?
Kang Asep membenarkan.
KANG ASEP
Benar pak Agustinus... usaha Pak Agustinus didesa sini setidaknya sudah membantu perekonomian warga disini, apalagi pak Agustinus teh tidak pernah membeda-bedakan mana yang islam dan mana yang bukan...
Agustinus nampak terdiam, seolah mempertimbangkan saran dari abah Sueb dan kang Asep.
CUT TO:
15.               EXT. serambi rumah ce' oda - sore
Ibu-ibu yang sedang mengadakan arisan dirumahnya Ce' Oda rupanya juga berusaha membujuk Meliana agar tetap tinggal disitu.
CE' EUIS
Pokoknya teh, teh Meli jangan pindah dari sini... soal ulah mang Jaja mah, nggak usah dipikirin atuh...
Crowed
Bener teh...dari dulu mah mang Jaja emang tukang bikin onar...
Anggap wae mang jaja itu orang gila atuh...
Celetukan dari salah seorang Ibu-ibu tsb disambut lainnya dengan tawa lepas, Meliana menanggapi dengan senyuman.
CUT TO
16.               EXT. free - siang/sore
Somad berbicara dengan seseorang (mang Jaja) yang nampak berdiri dengan posisi membelakangi.
SOMAD
(emosional)
Kumaha atuh kang?
Masak warga justru ngedukung orang kafir itu? Pasti dia sudah berhasil menghasut warga...itu yang nggak bisa dibiarkan kang? bila perlu saya bisa kerahin temen-temen dari daerah lain buat mengusir orang kafir itu...
Mang Jaja akhirnya berbalik hingga sosok mang Jaja akhirnya kelihatan.
Mang JAJA
Akang minta tahan dulu...
Akang tidak mau kita ribut sama warga... itu masalahnya...
Somad jadi gusar.
MANG JAJA (CONT'D)
Pokoknya kamu teh tunggu komando dari akang, ngarti!
Somad mengiyakan dengan nada setengah hati.
CUT TO:
17.               EXT/INT. rUMAH AGUSTINUS - siang
Agustinus terlihat pulang dengan mengendarai motornya, wajah Agustinus nampak ceria...ia bergegas masuk kedalam rumah sambil memanggil istrinya setelah memarkir motornya.
AGUSTINUS
Mel, Meliana...
CUT TO:
Meliana sedang menyiapkan makan siang dimeja ketika Agustinus terlihat masuk kedalam rumah.
MELIANA
Ada apaan sih mas? Tumben pulang kelihatan senang begitu...
AGUSTINUS
Tadi pendeta Simon nelpon...
MELIANA
Yang bener mas?
AGUSTINUS
Iya...bilangnya besok minggu mau nengokin kita kemari, beliau juga ngajak jemaat gereja lainnya...
Meliana menyambut gembira...
MELIANA
Puji Tuhan!
AGUSTINUS
Aku tadi juga uda temuin abah Sueb sama Pak RT buat ngabarin soal itu...
MELIANA
Mereka bilang apa mas...
AGUSTINUS
Mereka justru menyambut senang...
MELIANA
Syukurlah mas, kalo begitu nanti aku minta tolong Ce' Oda sama Ce' Euis buat ngebantu menjamu tamu kita...
Agustinus mengiyakan, perhatiannya lantas tertuju pada meja makan...
AGUSTINUS
Wah...ini masakan kesukaanku...
MELIANA
Ya uda, buruan cuci tangan sana...
Agustinus mengiyakan lantas bergerak kearah belakang, sementara Meliana kembali melanjutkan kesibukannya.
DISSOLVE TO:
18.               INT/EXT. mobil mpv - pagi/siang
Mobil yang ditumpangi pendeta Simon dan jemaat gereja nampak melintas dijalanan pedesaan.
POV. Hasan yang sengaja menunggu dipersimpangan jalan desa rupanya melihat mobil yang ditumpangi Pendeta Simon, Hasan seketika mengambil hp-nya dan menghubungi Somad.
Paralel cut
19.               EXT. free - pagi/siang
Somad menerima telepon dari Hasan dengan nada emosinal.
SOMAD
Beneran mereka sudah datang, San?
Hasan
Iya kang...
SOMAD
Ya sudah, sekarang juga akang sama temen-temen lainnya berangkat kesana...
HASAN
Mang Jaja nggak dikasih tahu dulu kang?
SOMAD
Nggak perlu San, ntar ujung-ujungnya batal atuh...!
Pokoknya kamu siapin teman-teman yang ada disana...
Hasan mengiyakan.
CUT TO:
20.               EXT/INT. ruMAH AGUSTINUS - siang
Agustinus menyambut kedatangan pendeta Simon dan teman-teman jemaat gereja dengan hangat.
INTERCUT
Ce' Oda sama Ce' Euis nampak menyudahi kesibukannya membantu Meliana memasak dan menyiapkan hidangan makanan.
MELIANA
Terima kasih ya Ce', sudah dibantu banyak...
CE' EUIS
Ele...ele tidak perlu bilang begitu atuh teh Meli, sudah seharusnya atuh saling ngebantu, apalagi kita tetanggaan...
CE' ODA
Nanti kalo saya punya hajatan pastinya juga gantian minta tolong sama teh Meli...
MELIANA
Pasti saya akan bantu Ce...
CE' EUIS
Ya sudah, kalo begitu saya pamit dulu nyak...teh Meli tentunya mau kangen-kangenan sama temen-temennya jemaat gereja...
Meli tersenyum menanggapi, Ce' Oda lantas ikut berpamitan, keduanya lantas bergerak pergi lewat pintu samping/belakang.
Agustinus bergerak masuk kedalam rumah...
AGUSTINUS
Mel, Pak Pendeta sama temen-temen sudah datang tuh...
MELIANA
Iya mas..
AGUSTINUS
Mana Ce' Oda sama Ce' Euis?
MELIANA
Mereka uda pamitan mas, katanya nggak mau ngeganggu acara kita...
AGUSTINUS
Syukur punya tetangga baik seperti mereka ya Mel...
MELIANA
Iya...
Oh ya mas, boleh nggak saya minta Pendeta Simon mendo'akan buat calon anak kita? Lagian sudah lama aku tidak mendengar suara pendeta simon kalo lagi kutbah...
Agustinus tersenyum mengiyakan.
DISSOLVE TO:
21.               INT. rUMAH AGUSTINUS. Ruang TENGAH - siang
Pendeta Simon memimpin do'a sambil membuka kitab Injil diikuti oleh jemaatnya, termasuk Agustinus dan Meliana.
INTERCUT
22.               EXT. jALANAN PEDESAAN - siang
Beberapa sepeda motor yang dikendarai oleh Somad cs nampak melintasi jalanan pedesaan, mereka nampak berboncengan dengan mengenakan jubah putih dan menutupi mulutnya dengan surban.
CUT TO BACK
23.               INT. rUMAH AGUSTINUS. RUANG TENGAH - siang
Pendeka Simon dengan jemaatnya nampak menyanyikan sebuah lagu pujian sementara pendeta Simon masih membacakan do'a.
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara pecahan kaca dari arah depan, hal itu membuat teman-teman Agustinus histeris ketakutan.
CUT TO:
24.               EXT/INT. ruMAH AGUSTINUS - siang
Somad dan teman-temannya berdiri didepan pintu pagar sambil melemparkan baru kearah rumah Agustinus sambil berteriak-teriak mengusir.
CrOWED
(teriak)
Agustinuuuus...keluar kamu!
Pergi dari siniii!
Pergiiii...
INSERT
Para jemaat yang ada didalam rumah nampak ketakutan terlebih terdengar teriakan bernada ancaman dari luar rumah.
CUT TO:
25.               EXT. rUMAH AGUSTINUS - siang
Somad dengan teman-temannya masih melakukan aksi pengusiran dengan berteriak-teriak didepan rumah Agustinus, hal itu mengundang tetangga lain pada berhamburan keluar rumah.
Kang Asep, Ucup, Ujang dan warga lainnya sontak bergerak mendatangi Somad sambil membawa potongan kayu dsb.
KANG ASEP
(teriak)
Hey...hey...kalian ini siapa?
Berani-beraninya kalian bikin keributan didesa sini...

CROWED
Habisin saja kang Asep!
Serbuuu...
Spontan warga yang berdiri dibelakang kang Asep menyerbu kelompoknya Somad, aksi perkelahian tidak terhindari...
Somad dengan kelompoknya yang jumlahnya tidak seberapa dengan mudahnya jadi sasaran amukan warga desa...
DISSOLVE TO:
26.               EXT. kantor desa - siang
Dengan wajah babak belur, Somad dan anggotanya duduk disudut joglo kantor desa...sementara warga desa nampak berdiri mengitari mereka.
Selang kemudian dari arah kerumunan warga terlihat mang Jaja yang baru datang. Begitu melihat keadaan Somad dan teman-temannya, Mang Jaja sontak menanggapi dengan gelengan...
ABAH SUEB
Apa keadaan seperti ini yang mang Jaja inginkan?
Kumaha atuh kalo kemarahan warga tidak bisa dikendalikan? keadaan yang lebih buruk bisa menimpa anggota jemaah mang Jaja...itu yang saya kawatirkan mang...
Mang Jaja diam membisu sembari tertunduk...
ABAH SUEB (CONT'D)
Ingat mang, memendam sikap kebencian hanya akan melahirkan pertikaian... bukankah islam mengajarkan kita untuk kedamaian?
Mang Jaja lagi-lagi hanya membisu...
Pak Kades terlihat baru datang dengan kapolsek dan kodim...
Pak kades
Mari bapak-bapak, kita bicarakan masalah ini didalam...
Abah Sueb mengiyakan, pak Kades dan kapolsek serta kodim bergerak masuk kearah kantor desa.
Abah Sueb lantas menghampiri mang jaja kemudian mengajaknya menyusul Pak Kades.
ABAH SUEB
Ayo mang Jaja...
MANG JAJA
Terima kasih abah...
Keduanya lantas bergerak menyusul Pak kades, semua perhatian tertuju kearah kepergian abah Sueb dan Mang Jaja tidak terkecuali Somad.
DISSOLVE TO:
27.               INT. kantor DESA - siang
Montage. Pembicaraan antara Pak Kades, Kapolsek, kodim, Mang Jaja, Abah Sueb dan petugas dari Ditjen HAM.
Ditjen HAM menjelaskan tentang arti pentingnya toleransi antar umat beragama yang diatur dalam Undang-Undang...
DISSOLVE TO:
28.               EXT. area empang/ladang - siang
Agustinus sedang bekerja dengan beberapa warga desa yang kerja ditempatnya ketika Mang Jaja menyapanya dari kejauhan.
MANG JAJA
Assalammualaikum Pak Agustinus...
Agustinus sempat kaget oleh sapaan itu, tidak terkecuali anak buahnya. Namun kemudian Agustinus membalas sapaan tsb dengan hangat.
AGUSTINUS
Waalaikumsalam mang Jaja...
Tumben kemari mang... ada yang bisa saya bantu?
Agustinus sontak menyambut kedatangan mang Jaja dengan hangat...
MANG JAJA
Saya kemari cuma mau minta maaf soal kejadian kemarin, juga sikap saya yang selama ini memusuhi keluarga pak Agustinus...
AGUSTINUS
(tersenyum)
Soal itu lupakan saja mang, saya sama istri saya sudah memaafkannya dari kemarin...lagian kita kan sesama umat manusia, jadi buat apa memendam dendam... hanya akan menjauhkan kita rasa persaudaraan mang...
MANG JAJA
Terima kasih Pak Agustinus...
Keduanya saling berangkulan, para pekerja di empang menanggapi dengan senang.
Dari kejauhan Meliana yang baru datang melihat dengan senang.
CUT TO

Stop motion